Di zaman yang serba cepat seperti
sekarang, informasi pun begitu dinamis, diterima oleh manusia dengan banyak
jalan dan bentuk, berupa surat kabar, suara dari radio, televisi, internet,
telepon genggam, blackberry, fac3book, tw1tter, atau dari mulut ke mulut. Arusnya
begitu deras, terus berjalan setiap hari nya, informasi-informasi ini dapat
membentuk pola fikir manusia, informasi yang terus menerus diterima akan
menjadi kerangka berpikir bagi manusia, misalkan ada iklan mengenai suatu
produk yang menyatakan bahwa produk itu adalah produk terawet, karena iklan
tesebut terus menerus disampaikan, maka akan tertanam di masyarakat yang setiap
hari melihat iklan itu bahwa produk itu adalah produk yang terawet.
Informasi yang kita terima ada yang bersifat
langsung ataupun tidak langsung, tersurat ataupun tersirat, keduanya
sama-sama memiliki pengaruh kepada pembentukan paradigma masyarakat. Misalkan suatu
acara infotainment yang yang memberitakan tentang karir artis-artis terkenal,
dalam acara itu artis-artis yang ditampilkan selalu berpakaian tidak tertutup,
walaupun apa yang ingin disampaikan
bukan masalah pakaian, tetapi ada iniformasi yang secara tersirat tersampaikan
kepada penonton, yaitu artis selalu berpakaian tidak tertutup, informasi
tersirat yang terus menerus diperlihatkan bisa menjadi paradigma berpikir masyarakat,
masyarakat bisa berpikir bahwa berpakaian tidak tertutup adalah hal yang
lumrah, sehingga mereka pun melakukannya, ini hanya contoh, tapi sepertinya
sudah terjadi di kehidupan masyarakat. Begitu kuatnya pengaruh informasi kepada
kehidupan bermasyarakat, mungkin secara tak sadar juga pola pikir kita telah
dibentuk oleh informasi-informasi yang kita terima, terutama oleh media-media
seperti televisi.
Pertanyaannya,
apakah informasi yang kita terima itu benar? Jika tidak, bukankah sesuatu yang
berbahaya jika informasi yang tidak benar, baik yang tersurat maupun tersirat,
telah menjadi pola pikir di otak kita dan telah menjadi pola tindakan juga dalam
kehidupan kita? Anggaplah kita adalah orang awam, ya, memang semua orang pada
awalnya adalah awam, awam terhadap suatu hal. Informasi yang datang itu banyak
sekali, jika dibandingkan dengan banyaknya informasi yang ada, tentu kita
adalah orang awam. Nah karena kita adalah orang awam yang sebagian besar hanya
menerima informasi dibanding dengan meneliti dan memberikan informasi,
sebaiknya kita cerdas dalam menerima informasi, dari manakah informasi ini? Benarkah?
Apa buktinya? Walaupun tidak semua informasi itu salah, tapi alangkah baiknya sebagai
orang awam kita tak menyerap 100% dan menelan mentah-mentah informasi yang kita
terima, karena sesuatu yang salah jika terus menerus disampaikan bisa menjadi
dianggap benar. Mengenai masalah benar atau salah itu sendiri, tergantung
prinsip orang masing-masing, bagi yang muslim prinsipnya adalah al-Qur’an dan
Sunnah. Bukankahh aneh jika kita yang orang awam yang tak tahu apakah informasi
itu benar atau salah, lalu kita langsung begitu saja menerima dan menganggap sebagai
suatu kebenaran? Sebagai orang awam, maka kita harus pintar menyaring
informasi, melihat dari berbagai sisi, mau belajar dan mencari-cari, jangan sampai
ketika kita baru hanya melihat sesuatu dari satu sisi lalu langsung kita ambil
informasi itu sebagai sesuatu yang benar. Dengan melihat dari berbagai sisi dan
sudut pandang, kita bisa memiliki perbandingan antara informasi satu dan yang
lainnya, sekiranya kita menemukan informasi yang membuat kita yakin bahwa
itulah yang benar, kita bisa menjadikan informasi itu sebagai acuan untuk diri
kita, setidaknya kita telah melihat berbagai sisi dan telah berkesempatan untuk
memilih sesuatu, memang pada dasarnya juga kehidupan ini adalah pencarian. Mengenai
tulisan yang penulis tulis ini juga anda harus pandai dalam menyaring
informasinya, so, jadilah orang awam yang cerdas!

0 comments:
Post a Comment