Hati dan Fitrah

          Seorang laki-laki tengah berada dalam diskotik, kelab malam, duduk di sofa setengah lingkaran dengan meja yang mengikutinya, dikelilingi oleh tiga wanita yang cantik-cantik secara fisik, laki-laki itu bercanda, tertawa, sambil bersama-sama menenggak minum-minuman beralkohol dengan para wanita yang menemaninya, laki-laki itu senang, tertawa gembira, menikmati malam hingga larutnya.
          Ditempat lain, seorang laki-laki tengah menyendiri di suatu masjid, ia sholat, tenang, khusyu, menikmati sujud dan ucapan doa kepada Tuhannya, di sujud terakhirnya laki-laki itu tak kuasa menahan air matanya, ia sesenggukan, tunduk, rasa rindu dan takut kepada Tuhan pecah dan gemuruh di dadanya, hingga akhirnya ia salam, dilanjutkan dengan berdoa, memohon, curhat, meminta ampun. Tuhan menurunkan ketenangan di hatinya, kelapangan, rasa manis yang tak tergambarkan.
          Laki-laki yang pertama keesokan paginya, ia pulang setelah bersenang-senang, sampai rumahnya langsung tidur, bangun siang kemudian mandi, rasa malas masih menghinggapinya, kalau saja ia menyadari bahwa saat ini hatinya sedang keruh, keras, kalau saja ia tahu bagaimana rasanya hati yang lapang itu, nikmatnya tangis yang menggemuruhkan dada, ia tidak tahu, karena ia sudah terbiasa dengan kegelisahan hidupnya dan hatinya yang membatu itu, semoga Tuhan memberinya petunjuk
          Laki-laki kedua menjalani hidupnya dengan lebih semangat, berkah, seperti ada kekuatan dan cahaya yang menerangi setiap langkah hidupnya, senyumnya bening, pas, ikhlas sekali, keberuntungan selalu mendatangi, setiap melakukan kesalahan ia ingat kepada Tuhannya dan memohon ampun, ia sangat merindukan saat-saat berduaan dengan Tuhannya, air matanya seperti berlian yang memberi kekayaan kepada hatinya.

          
NewerStories OlderStories Home

0 comments:

Post a Comment