Zaman dan Perputaran

Tak bisa dipungkiri, keadaan dunia saat ini, sebagian, tentu bukan semuanya, mengalami berbagai kekacauan, seperti bencana, bencana dalam bentuk alam, maupun bencana dalam bentuk manusia. Sesuatu yang salah pasti memiliki penyebabnya.  Kami menilai, penyebabnya adalah, mungkin ini hanya salah satu faktor, tapi kami berusaha menyimpulkan dengan kesimpulan yang umum, sehingga mencakup semua hal, yaitu karena adanya kesalahan perputaran, perputaran apa? Banyak, tapi dapat disederhanakan menjadi dua, yaitu kesalahan perputaran uang, dan perputaran orientasi, kedua perputaran itu memiliki keterkatikan satu sama lain. Di zaman modern ini, telah tercipta sistem-sistem kehidupan yang kompleks, sistem itu adalah sebuah perputaran, yang didalamnya ada manusia yang mengikuti perputaran sistem itu. Mau tidak mau, manusia yang berada didalamnya memiliki orientasi sebagaimana sistem itu berorientasi, apa orientasi yang salahnya? Yaitu semata-mata berorientasi pada uang, jabatan, gelar, memperkaya diri, memperkaya label diri, itu kan yang sebagian besar kita kejar? Dan tentu akan menjadi pernyataan yang aneh jika kita bilang, jangan mengejar uang, gelar, dll, karena memang kita berada dalam perputaran yang berorientasi pada hal tersebut. Karena kita hanya memikirkan uanglah/keuntunganlah maka terjadi bencana asap, terjadi pembunuhan, karena kita hanya memikirkan jabatan/kekuasaanlah maka terjadi pembunuhan kepada rakyat-rakyat sipil, penghancuran rumah sakit, karena kita hanya memikirkan uang/kekayaan dirilah maka korupsi merajalela, karena kita hanya memikirkan uanglah banyak anak-anak tidak terdidik dan kurang kasih sayang di rumahnya, karena kita hanya berorientasi pada uanglah maka banyak yang menjual waktu dan kebahagiaannya demi hanya kertas-kertas dan kebanggaan diri. Sistem orientasi ini memutar jutaan, miliyar manusia sehingga menciptakan sistem hidup, yang didalamnya terdapat orientasi yang telah tersistem, maka lihatlah hasilnya pada zaman dewasa ini, adakah kedamaian dunia? Adakah kehidupan yang tentram? Adakah keluarga yang benar-benar harmonis? Mungkin ada, namun hanya segelintir.
Kita sering lupa, kita adalah manusia, yang membutuhkan kebahagiaan, yang dapat menciptakan suatu karya, yang saling membutuhkan satu sama lain, kita sering lupa, yang membutuhkan kasih sayang. Agama telah memberitahukan kepada kita tentang bagaimana memandang harta, kekuasaan, apa tugas kita, apa orientasi kita, itu sederhana, namun indah. Memberi manfaat dari apa yang kita punya, melakukan apa yang kita suka(potensi) dan menjadikannya sebuah karya. Kita lupa bahwa apa yang kita berikan dalam bentuk apapun akan kita terima kembali dalam berbagai bentuk pula, kita lupa bahwa Tuhan Maha Adil.

 Perputaran ini perlu diperbaiki, agar distribusi kekayaan merata, kebahagiaan merata, laut mendapat kebaikan, ikan-ikan berenang bahagia, burung-burung bebas, pepohonan subur. Kita perbaiki berawal dari hal terdalam dalam diri kita, niat, orientasi, dan tujuan kita sebagai manusia seutuhnya di muka bumi ini. Wallahua’lam
NewerStories OlderStories Home

0 comments:

Post a Comment