Hukum Biner



                Tuhan menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan, ya, segala sesuatu itu berpasang-pasangan, tanpa terkecuali. Jika ada yang menurut kita tidak berpasangan, itu semata karena keterbatasan akal kita untuk mengidentifikasinya. Tuhan yang satu, menciptakan segala makhluknya secara “dua” atau berpasangan, hal ini membuktikan keesaanNya. Hukum berpasangan ini kita sebut saja hukum biner. Hukum biner ini merupakan dasar dari penciptaan, dasar dari keberadaan, dasar dari segala definisi. Suatu definisi bisa ada karena adanya perbandingan, karena adanya hukum biner. Maka konsep biner ini adalah bagian dari kehidupan yang selalu menyelubungi kita. Hukum biner ini menghasilkan cinta, cinta yang menjadi bagian yang begitu indah di kehidupan manusia, dan tidak pernah ada habisnya dibahas dari zaman ke zaman. Tanpa hukum biner, tidak akan ada yang namanya cinta. Jika cinta mengisi bagian utama hidup manusia, maka dapat dikatakan bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan manusia itu terikat hukum biner, dengan berbagai bentuk. Kita lihat kehidupan kita dari dahulu hingga sekarang, ada yang namanya sedih dan ada yang namanya bahagia, kondisi itu selalu bergantian, dan selalu muncul keduanya. Sekarang kita perkecil waktunya, dalam satu minggu saja, akan ada hari dimana kita berbahagia, dan akan ada hari dimana kita bersedih, betul, bukan? Pernah kah anda dalam satu minggu itu selalu bahagia atau selalu bersedih? Bisa dipastikan itu tidak terjadi. Sekarang kita persempit lagi waktunya, dalam satu hari saja, emosi anda tidak akan selamanya naik/bersemangat/bahagia, akan ada saatnya turun. Dalam rentang waktu berapapun, hukum biner ini akan berlaku. Kita lihat sejarah kehidupan seseorang, ada waktunya ia begitu terpuruk, dan ada waktunya ia bangkit. Jika kita perkecil waktunya, maka level emosinya akan semakin kecil, contoh saja, jika kita bermain bola, ada menit dimana kita puas dan menikmati, akan ada menit yang menyulitkan, bahkan jika kita mengambil waktu yang lebih kecil, misalnya dalam satu jam, emosi kita akan terbagi kembali menjadi dua, dengan level emosi sesuai dengan ukuran waktu, begitulah kira-kira penggambarannya. Hukum biner pada rentang waktu kecil akan membentuk hukum biner pada rentang waktu besar, tanpa ada saling mengganggu. Jadi, hukum hidup ini bersifat seperti gelombang, yang akan naik dan turun. Bukan naik turun secara fisik, mungkin lebih tepatnya hukum biner naik-turun ini berlaku pada jiwa kita, baik itu pada hari, minggu, bulan, tahun, dan seluruh kehidupan kita.
                Itu hanya salah satu contoh, sekarang kita lihat hukum biner dalam bentuk lain, misal pada dunia kesehatan. Dewasa ini telah ditemukan suatu metode penyembuhan dari virus, yang merupakan revolusi pengobatan, yaitu, jika kita ingin menyembuhkan seseorang dari serangan virus, maka metode pengobatannya adalah dengan memberikan senyawa yang molekulnya merupakan “cermin” dari virus tersebut, atau dengan bentuk molekul yang merupakan pencerminannya, atau inversnya. Ini merupakan hal yang menarik. Masalah/penyakit akan teratasi jika kita memberikan senyawa “pasangannya”, solusi dari penyakit itu adalah hukum biner!. Manusia akan galau jika bersendirian, maka solusinya adalah menikah, mematuhi hukum biner. Ini seperti beranalogi dengan virus penyakit. virus itu bersendirian, dan menyebabkan penyakit, lalu kita beri bentuk “pasangannya”, maka virus itu tidak lagi menjadi pengganggu.
                Jika disederhanakan, segala permasalahan itu sebenarnya adalah permasalahan cinta, yang merupakan hukum biner, dalam berbagai bentuk. Ada akibat, maka ada sebab. Jika seorang anak bermasalah, lihatlah hukum biner anak-orang tua. Jika kita terpuruk, pahamilah hukum biner waktu, itu adalah kepastian, tapi pahami jugalah hukum biner ruang, pasti ada penyebabnya mengapa kita terpuruk. Keadaan yang buruk adalah suatu kepastian, hukum biner, karena pasti akan ada keadaan baik. Baik-buruk, sedih-bahagia, laki-laki-perempuan, orang tua-anak, filsafat-teknik, jauh-dekat, dan segala macam kata, ruang, perasaan, benda, keadaan, waktu, dan lain sebagainya, itu memiliki pasangan, semua terikat pada hukum biner, lihatlah hal apapun, perhatikan, kita akan melihat konsep dualisme ini. Segala sesuatu yang terjadi adalah hukum biner.
                Cinta merupakan perwujudan agung hukum biner. Ia lah yang sebenarnya mengisi keseluruhan hidup kita, dalam berbagai bentuk. Maka segala hal yang terjadi adalah seagung dan sesederhana tentang cinta. Wallahua’lam.

NewerStories OlderStories Home

0 comments:

Post a Comment