Kebutuhan
dasar manusia itu ada tiga: sandang, pangan, papan. Makanan, pakaian, dan
rumah. Masing-masing kebutuhan ini memiliki arti masing-masing. Kita harus
makan setiap hari, bahkan setiap beberapa jam, ini menunjukkan bahwa harus
terus ada aliran dalam tubuh kita, energi makanan masuk, berubah menjadi
aktivitas, berpikir, dan kotoran, terus begitu setiap saat. Kebutuhan dasar
akan makan ini mengisyaratkan tentang sesuatu, yaitu aliran. Segala sesuatu itu
perlu mengalir, sebagaimana makanan merupakan kebutuhan dasar manusia, maka
aliran pun menjadi hukum dasar alam ini. Air yang menggenang akan membusuk dan
menjadi sumber penyakit, air yang mengalir dapat membersihkan. Makanan(materi)
perlu mengalir, uang perlu mengalir dengan sedekah, tubuh kita perlu bergerak(olahraga)(mengalir)
untuk sehat, kita perlu mengalirkan kehadiran kita kepada orang
lain(silaturahmi), menjenguk orang sakit, tersenyum, memberi makan, mendo’akan,
memberi salam, mendengarkan, beribadah, dan lain sebagainya, semua kegiatan
baik tersebut pada dasarnya adalah sebuah konsep aliran, bagaimana kita
mengalirkan energi masuk dan energi keluar dari diri kita dalam berbagai bentuk,
agar terjadi keseimbangan dalam diri, dan diluar diri(alam semesta).
Kebutuhan
kedua kita adalah pakaian, pakaian menutup tubuh kita, ini menunjukkan bahwa
kita memiliki kehormatan yang perlu dijaga. Pakaian menunjukkan konsep
keterjagaan. Ada hal yang boleh kita buka, ada hal yang seharusnya kita jaga.
Konsep pakaian ini menunjukkan keterukuran, bahwa segala sesuatu itu terukur,
ada batas-batas, ada keteraturan, tidak asal-asalan dan bebas, semua memiliki “pakaian”.
Jika dihubungkan dengan konsep aliran, bahwa aliran pun mesti terukur. Segala
sesuatu perlu mengalir, dan aliran itu mesti terukur. Inilah hukum alam.
Kebutuhan
yang terakhir adalah rumah, rumah adalah naungan, kita membutuhkan naungan pada
sisi fisik(rumah), juga sebenarnya membutuhkan naungan dalam bentuk non fisik,
kita membutuhkan “rumah”, tempat kita kembali, tempat kita menyandarkan hati
ini, kita butuh “rumah”, tempat mencurahkan segala keluh-peluh kita, kita
membutuhkan “rumah”, dimana kita merasa nyaman disana, kita membutuhkan “rumah”,
tempat dimana keyakinan kita berlabuh, kita membutuhkan “rumah”, tempat dimana
kita menemukan cinta sejati. Wallahua’lam

0 comments:
Post a Comment