Sisi Astral Jantung



                Orang nomor satu di dunia ini mengatakan bahwa manusia memiliki segumpal daging yang jika segumpal daging ini rusak maka rusaklah seluruh tubuhnya, apa yang dimaksud segumpal daging ini? Yang dimaksud adalah hati, hati? Organ yang berfungsi untuk menetralisir racun?, jika diantara kita ditanyakan dimana letak hatimu? Kita pasti menunjuk ke arah dada kita, padahal organ yang bernama hati yang berfungsi untuk menetralisir racun bukan terletak di tempat yang kita tunjuk, jika kita merasa tersakiti atau sedang gelisah, dimanakah letak sakit atau gelisah yang kita rasakan? Ya, terasa di dada. Jadi, ada semacam kerancuan secara bahasa  dalam mengartikan arti hati, atau kata “hati” bermakna ganda, dari sisi medis adalah organ penetralisir racun, dari sisi kebahasaan sehari-hari adalah suatu yang terletak dalam dada, yang dapat kita rasakan atau yang membuat apa yang kita rasakan. Organ terdekat dengan posisi yang kita tunjuk saat ditanya dimana letak hati kita adalah jantung, jika kita terjemahkan ke dalam bahasa inggris, jantung berarti heart, di salah satu perusahaan otomotif memiliki slogan “one heart” tapi diterjemahkan menjadi “satu hati” bukan “satu jantung”, secara bahasa memang ada keanehan dalam pemaknaan arti “hati” ini, tapi yang pasti, semua manusia secara hakikat mengartikan sesuatu yang sama, yaitu sesuatu yang berada dalam dada dimana suatu rasa kita rasakan disana, entah bahagia, gelisah, tenang, damai, dan sebagainya. Lalu, apakah hati itu nyata? Berbentuk segumpal daging? Sebelum menjawabnya, coba kita telaah dari sedikit sisi metafisis, dari beberapa sumber menyebutkan bahwa manusia tersusun atas tubuh fisik, seperti mata, hidung, kulit, kepala, jantung, ginjal, paru-paru, dan lain sebagainya yang dapat disentuh dan di pelajari oleh manusia dan ilmu pengetahuan modern, selain itu, manusia juga tersusun dari tubuh bioplasma/astral, seperti sisi ruh nya. Antara tubuh fisik dan tubuh astral manusia tidak terpisahkan, kita bisa hidup dan bergerak ini karena ada jasad dan ada ruh yang mengisi jasad ini. Belum ada yang tahu pasti bagaimana bentuk tubuh astral manusia, apakah sama dengan tubuh fisik manusia atau tidak, tapi mungkin saja sama, hanya berbeda dimensi/alam, tapi tetap satu kesatuan. Ilmu pengetahuan manusia saat ini belum dapat mengungkapkan sisi ruh, jika kita asumsikan memang tubuh astral itu sama dengan tubuh fisik, berarti kita sebenarnya punya “tubuh lain” yang sama dengan apa yang bisa kita lihat, yaitu tubuh astral atau ruh itu, kemungkinan ini memiliki beberapa bukti pendukung, pernah ada seseorang yang diamputasi kakinya, setelah diamputasi dia tidak merasa benar-benar kehilangan kakinya, dia merasa seperti masih memiliki kaki tapi itu tak ada, hanya perasaan saja, dan ada orang yang mampu melihat aura, sebelumnya membahas kisah itu, sebenarnya tubuh kita menyimpan energi, setiap organ tubuh kita menyimpan energi masing-masing, yang dari energi itu menghasilkan suatu pancaran energi bernama aura dalam warna tertentu, nah, orang yang mampu melihat energi aura melihat masih ada pancaran energi di kaki orang yang diamputasi itu, jadi, kemungkinan kaki di tubuh astralnya masih ada, tidak lepas seperti kaki fisiknya, ini hanya kemungkinan, tapi dari bukti masih terpancarnya energi aura di kaki yang sudah tidak ada itu kemungkinan itu bisa saja benar.
Kembali ke masalah hati, jika melihat dari sisi fisik, organ yang terdapat di dada adalah jantung, tugas jantung adalah memompa darah ke seluruh tubuh, pada kenyataannya jika jantung ini bermasalah, maka bagian tubuh lain akan terkena masalah juga, karena fungsi jantung ini sangat vital, memasok darah, oksigen, nutrisi yang dibutuhkan, ke seluruh tubuh, maka wajar penyakit jantung merupakan penyakit yang membunuh, lalu apa hubungannya dengan hati yang disebutkan di awal bahwa ia adalah segumpal daging yang jika segumpal daging ini rusak maka rusaklah seluruh tubuhnya? Bukankah ini jantung? Kita abaikan kerancuan dalam bahasa, tapi semua mengerti bahwa “hati” yang disebut adalah sesuatu yang berada di dalam dada, dari sisi fisik segumpal daging itu adalah jantung, memang benar secara ilmu pengetahuan, tapi maksud orang nomor satu itu, segumpal daging itu adalah hati tempat kita merasakan kegelisahan atau ketenangan, jika memang dari sisi fisik jantung adalah segumpal daging yang sesuai dengan pernyataan orang nomor satu itu, berarti jantung dari sisi astral lah kemungkinan yang dimaksud. Jantung sisi fisik memiliki peran penting bagi seluruh tubuh, jantung dari sisi astral juga memiliki peran yang penting dari sisi spiritual manusia, dalam hal ini, berarti makna kata “hati” dalam bahasa Indonesia berarti sisi astral jantung itu, berarti, bahasa inggris lah yang lebih tepat dalam membuat kata “heart” secara bahasa, yang berarti jantung, karena sisi astral jantunglah yang dimaksud, yang dalam bahasa Indonesia disebut “hati”. Jika hati(sisi astral jantung) ini rusak, maka rusaklah seluruh tubuhnya, memang benar, jika hati kita telah rusak dan banyak terkotori, kita merasa tak tenang, gelisah, susah melakukan kebaikan, cenderung mengikuti hawa nafsu, mengetahui kebenaran tapi tak melaksakannya, mengetahui keburukan tapi tetap melakukannya, pada ujungnya, mata, telinga, kaki, tangan, dan organ lainnya, melakukan hal-hal yang tidak baik, ini terhitung rusak secara ruh, terhitung dosa, walau tak terlihat secara fisik langsung. Sisi jantung dari segi fisik dan segi astral sama pentingnya, tapi jika sisi astral jantung(hati) telah rusak, jika terus berlanjut, maka jantung sisi fisik pun bisa ikut rusak, yang pada akhirnya merusak secara menyeluruh tubuh manusia, sisi fisik, dan sisi spiritual. Jadi sebenarnya ketika kita mengatakan kata”saya”, hakikatnya itu menunjuk kepada tubuh astral/ruh, karena ruh lah yang akan abadi, sementara jasad akan segera kembali menjadi mayat dan kembali menjadi tanah. Wallahua'lam.
NewerStories OlderStories Home

0 comments:

Post a Comment