ketika malam tiba, kegelapan
menyelimuti, makhluk-makhluk malam dan suara-suaranya mulai bermunculan, hiruk
pikuk meredum, suasana berubah, seperti ada suatu ketertundukan. Setelah
malam dengan kegelelapannya cukup
panjang, perlahan titik-titik oranye tampak, mewarnai awan, ayam-ayam mulai
tersenyum, embun merekah, burung-burung mulai mencari rezeki, lalu bernyayi,
sang mentari membawa sesuatu dengan lembut, ia membawa cahaya, menembus
celah-celah dedaunan, terbias seperti mutiara oleh embun, semua mata kehidupan
mulai terbangun, kupu-kupu menari harmonis, cahaya memberikan harapan,
memantulkan warna-warna keindahan yang menunjukan keselarasan,
malaikat-malaikat mulai turun, membagi-bagikan rezeki kepada setiap makhluk,
rerumputan digerakkan dengan angin yang sesekali mampir, sebagai bahasa
tasbihnya kepada Penciptanya, binatang-binatang kecil tak mau kalah dalam
memuji Yang Telah Menciptakannya, semua denga bahasanya masing-masing, semua
harmonis dalam tasbih, merasakan keberadaanNya sesuai naluri yang telah
diberikanNya pula, semua harmonis dalam tasbih kepadaNya, alam, langit dan,
bumi, dan segala pergerakannya adalah bentuk ketundukan kepada Sang Pencipta,
nafas, gerak, senyuman, langkah, getaran hati, akal, kemampuan, kasih sayang,
itu semua adalah PemberianNya, dan bisa terjadi karenaNya, setiap waktu,
dimanapun, selayaknya setiap makhluk di muka bumi ini tunduk dan sujud kepada
yang telah Menciptakan semua ini. Dia telah menurunkan cahaya kepada alam ini,
cahaya fitrah, suci, sebagai anugrah kepada seluruh alam, cahaya yang
diridhoiNya, carilah cahaya itu, cahaya dari Tuhan semesta alam, Allah SWT,
cahaya itu adalah islam

0 comments:
Post a Comment