Cinta


Suatu kata yang tak pernah ditelan oleh waktu, tak pernah habis diperbincangkan, hampir dirasakan oleh manusia di setiap segmen waktu hidupnya, menghasilkan berbagai warna rasa, asa, dan duka. Tak cukup sebatas kata berdiksi menyentuh, tak cukup hanya ucapan mengayun lembut, kurang jika hanya tindakan pengorbanan, butuh lebih dari itu, kekongkritan yang absurd, hakikat, dan abadi. Tertanam pada dasar jiwa sebagai fitrah, dimensi yang agung, tak ada perhitungannya, tak bisa diprediksi, terkadang terasa mengalun lembut, terkadang terasa mengalir deras, menyayat-nyayat ruang dan waktu, bahkan dapat membuat manusia menjadi terlihat begitu bodoh, tak masuk akal, mabuk, hingga derita berkepanjangan. Ketika segala sesuatu diciptakan berpasang-pasangan, membentuk dua sisi, maka disanalah ada sisi ketiga, sisi yang tak tersentuh oleh dua sisi tersebut, yang berada di puncak segala puncak, tak hingga, sebagai ungkapan ilmiah yang menjelaskan ketidakterbatasan. Sang Pencipta jantan dan betina, Pencipta langit dan bumi, Pencipta rasa benci dan Cinta. Dengan pemahaman oleh akal manusia yang terbatas dan penuh salah,  Sisi Ketiga inilah yang tak bisa disentuh oleh apapun, yang Menciptakan dua sisi itu, kemanakah seharusnya kita berbicara tentang benci dan cinta dimana benci dan cinta itu sendiri adalah sesuatu yang diciptakan oleh Sang Pencipta? Ada cinta sisi ketiga yang paling agung dimana kita mencintai Sang Pencipta cinta. 
NewerStories OlderStories Home

0 comments:

Post a Comment