Dalam mesjid, mental kita terbentuk untuk menjaga kesucian diri dan untuk mejaga kesucian orang lain dan lawan jenis, tapi ketika ibadah kita telah selesai di masjid, kemudian melangkah keluar masjid, mental untuk menjaga kesucian diri dan kesucian orang lain serta merta hilang, kita kembali banyak bermaksiat setelah keluar masjid, tidak menjaga kesucian diri dan orang lain. Padahal alangkah indahnya jika kehidupan kita di luar masjid seperti halnya ketika kita berada di dalam masjid, menjaga kesucian diri dari lawan jenis, selalu mengingat Allah, tenang, seyogianya kita menjalani kehidupan di luar dengan lebih baik, karena masjid telah memberi latihan untuk kita agar bisa hidup lebih baik di kehidupan masyarakat, Alangkah indahnya jika hal itu terjadi di kehidupan masyarakat. wallaua'lam.
Masjid dan Kehidupan Bermasyarakat
Masjid adalah tempat beribadah umat muslim,untuk melaksanakan ibadah sholat, dzikir, merenung, berdiskusi, kajian keilmuan, dan hal-hal baik lainnya yang dapat mendekatkan diri kepadaNya. Di masjid kita dianjurkan untuk berwudhu, menyucikan diri terlebih dahulu dari dari berbagai macam najis, sehingga kita memasuki masjid dalam keadaan suci, dianjurkan juga untuk memakai pakaian yang indah, memakai wewangian bagi laki-laki. Di masjid, shaf atau tempat laki-laki dan perempuan dipisahkan, laki-laki di depan dan perempuan di belakang. Jika kita telah berwudhu dan hendak memasuki masjid, tentu kita akan berusaha menjaga diri dari lawan jenis, agar kesucian kita terjaga, dan tentunya kita memasuki tempat atau shaf sesuai jenis kelamin kita untuk melakukan ibadah, tidak campur baur.

0 comments:
Post a Comment