Di pagi
dini hari itu, aku tebangun, kutatap buram cahaya yang pecah, oh aku lupa
mematikan lampu, tapi karena rasa kantuk yang teramat sangat, kuurungkan niat untuk bangun dan sekadar
mematikan lampu, biasanya sebelum tidur aku matikan lampu, mungkin aku
terlampau lelah di hari kemarin. Sesaat setelah aku terlelap, aku kembali
tersadar, tapi, ada yang aneh di tubuhku??! Aku tak bisa bergerak, sebenarnya,
aku cukup sering mengalami kejadian seperti ini, tapi tetap saja aku merasa panik
setiap mengalami ini, baru sekitar seminggu yang lalu ketika aku sedang
nongkrong di depan masjid komplek dengan tetanggaku selepas sholat isya, ia
membacakan sebuah artikel tentang sesuatu yang bernama “lucid dream”, kejadian
awalnya persis sama seperti yang sedang kualami sekarang, aku mencoba melakukan
apa yang temanku katakan. Badanku tak bisa bergerak, mataku berat untuk dibuka,
aku mencoba menenangkan pikiran, kucoba melanjutkan tidur, tapi kuusahakan
pikiranku tetap sadar, tiba-tiba badanku seakan terbang, melayang-layang di
sekitar kamarku, aku merasa panik, tapi tetap kuusahakan untuk tenang, aku
merasa akan menabrak atap kamarku, wuussh!! Aku menembus atap kamarku!! Aku melesat
ke langit, aku melihat rumahku menjauh dan semakin kecil, aku seperti melesat
dilangit, kulihat suatu titik hitam, aku masuk kedalamnya, sekejap aku berada
di suatu tempat gelap, seperti terowongan, samar-samar terowongan ini seperti
semacam ruangan, berbentuk kotak dan memanjang, keadaan ini adalah keadaan yang
sama persis dengan keadaan yang dibacakan oleh temanku minggu lalu! Aku takjub!
Kucoba berjalan, coba menyusuri jalannya, ada setitik cahaya di depan sebelah
kiri, sepertinya ada pintu, benar ini sebuah pintu, aku buka dan masuk kesana,
lebih tepatnya keluar, karena di luar terowongan gelap itu kini aku melihat
sebuah pemandangan indah, dihadapanku ada sebuah danau luas berwarna biru dan
diujungnya ada pegunungan yang membatasi danaunya, disebelah kanan ada pepohonan
hijau yang banyak, seperti pohon cemara, namun lebih pendek, pada saat itu aku
benar-benar sadar kalau aku sekarang sedang berada dalam dunia mimpi! Ah! Aku ingin
terbang! Aku ambil ancang-ancang, aku berlari kearah danau, aku ingin terbang! Ketika
kakiku melewati batas antara tanah dan air, aku tidak serta-merta jatuh ke air,
tidak pula terbang, tapi aku berlari diatas air! Seperti di film-film! Kurasakan
sensasi berlarinya, otot-otot, sendi-sendiku, seperti lari sungguhan, seperti
di dunia nyata, tak ada bedanya rasanya, aku tidak terbang, masih ada hukum gravitasi
disini?, beberapa lama kemudian, setelah kembali ke tanah, aku melihat di
danau, di daratan, banyak orang tertidur, di saat-saat ini kesadaranku dalam
mimpi mulai menghilang, lalu aku terbangun, luar biasa!! Sebuah fenomena luar
biasa!! Aku pengendali mimpi!! Aku dream bender!
Beberapa
hari kemudian aku kembali mengalami terbangun dan sulit bergerak, ini merupakan
proses awal memasuki dunia mimpi, kesempatan! Tak aku sia-siakan, aku kembali
berhasil memasuki dunia mimpi, kali ini tidak di terowongan hitam, tapi
langsung di sebuah bangunan seperti rumah, bertembok kayu coklat, aku masih
takjub, walau ini bukan yang pertama kali, kucoba memegang lantai disana,
kurasakan tanganku merasakan kontur lantai kayu yang sedikit kasar, dengan
adanya serbuk-serbuk kayu, sempurna! Indera peraba berfungsi normal disini, ini
dunia apa?!! Aku masih sangat takjub. Aku beranjak keluar rumah itu, rumah itu
ternyata berada di sebuah gang, aku berjalan menyusuri gang itu, sudah terlihat
ada jalan keluar didepan, ternyata aku berada seperti di sebuah kampung pinggir
pantai, jalan utamanya masih tanah, di seberangnya, dibalik tembok pembatas,
terbentang laut nan luas, subhanallah..aku jadi ingat Allah, ya Allah apa ini? Aku
mencoba beristigfar..tak lama setelah aku mengucap istigfar, tiba-tiba ada
gelombang laut membesar, ombak membesar, menerjang tembok pembatas, ombak
semakin besar, seperti tsunami, air melewati tembok pembatas, aku jadi panik,
mencari tempat berlindung, orang-orang berlarian, ada yang tenggelam dan
terseret, aku berhasil menaiki genting sebuah rumah, air sudah mencapai
ketinggian genting, aku merasa tak bisa selamat, beberapa saat setelah itu aku
terbangun, aku terheran-heran, kenapa ini? Aku seperti diusir? Gelombang air
yang besar itu muncul setelah aku melafadzkan istigfar, kenapa ini? Apakah Allah
tidak mengizinkan aku untuk berada di dunia yang entah berada dimana itu?
Beberapa
minggu kemudian, aku mendapat kesempatan untuk memasuki dunia mimpi kembali,
ketika aku merasa melesat ke langit, saat itu aku mencoba beristigfar,
tiba-tiba lesatan ku melambat, seperti tertahan, hingga akhirnya berhenti dan
aku terbangun. Oh benar, Allah tidak mengizinkanku untuk memasuki dunia misteri
itu.

0 comments:
Post a Comment