Ada dua orang insan yang telah berpasangan, terikat secara halal, setiap canda dan tawa mereka berdua menjadi cahaya yang terang, malaikat mencatat sebagai kebaikan-kebaikan, alam semesta telah ridho, malaikat-malaikat di langit dan bumi telah ridho, setiap aktivitasnya adalah keberkahan, alam semesta telah memasangkan dua entitas yang sesuai dengan tatanannya untuk melanjutkan putaran harmonisnya, alam memeluk mereka, dan yang terpenting, Tuhan Sang Pencipta telah meridhoinya. Mari menjaga alam ini yang telah tercipta dengan harmonis dengan menaati aturan Sang Penciptanya, Allah Swt. Wallahua'lam
Tatanan Alam
Pasangan muda sedang asyik berjalan berduaan, alias berpacaran, saling memegang tangan, menikmati suasana taman pinggir kota yang lumayan sepi, mereka terlihat sesekali tertawa, saling bertatapan, suasana yang sepi dan pohon-pohon yang rindang semakin memperindah perasaan yang mereka rasakan. Andai mereka bisa melihat yang tak terlihat, dan bisa mendengar apa tidak terdengar, alam sebenarnya sedang bersedih, mengkerut, ada yang menangis. Dedaunan, angin, langit, tanah, binatang-binatang, bersedih dan kecewa, dibelakang mereka ada malaikat yang besar, terbang mengikuti, dengan wajah melaknat, ia mencatat setiap gerak gerik mereka berdua dan setiap tatapan dan sentuhan yang tak halal. Segala sesuatu di alam ini telah ditentukan berpasangan, dan mereka merusak tatanan alam dengan menggabungkan dua entitas yang belum tentu pasangannya. Jika enzim di tubuh salah berpasangan maka tidak akan berfungsi, jika puzzle salah dipasangkan maka gambar akan tidak karuan, jika zat kimia salah direaksikan kerusakan atau ledakan bisa terjadi, dan jika manusia yang merupakan bagian dari tatanan alam yang diciptakan harmonis ini dengan seenaknya berpasangan dengan yang belum tentu atau bukan pasangannya secara takdir dan cara, maka sebenarnya ia telah merusak tatanan alam yang harmonis ini, maka dari itu, pelaku zina dihukum dengan keras dalam agama, terlebih pelaku homoseksual. Jika langit bisa menangis, maka saat ada kemaksiatan, langit akan menangis saat itu juga, tapi ia ditahan oleh ampunanNya yg sangat luas, tidakkah manusia menatap ke langit dan melihat bahwa langit kecewa dan bersedih?

0 comments:
Post a Comment