Diciptakan Bersama



Islam adalah agama yang mengatur tidak hanya hubungan manusia dengan Tuhannya, tapi juga sangat menjunjung tinggi aspek horizontal atau aspek sosial
“Dari Abu Hurairoh berkata, Rasulullah SAW. Bersabda, ‘’barang siapa melepaskan dari seorang muslim satu kesusahan dari kesusahan-kesusahan di dunia, niscaya Allah melepaskan dia dari kesusahan-kesusahan hari kiamat. Dan barang siapa member kelonggaran kepada orang yang susah, niscaya Allah akan member kelonggaran baginya di dunia dan akhirat; dan barang siapa menutupi aib seorang muslim,  niscaya Allah menutupi aib diadi dunia dan di akhirat. Dan Allah selamanya menolong hamba-Nya, selama hambanya menolong saudaranya. (H.R.Muslim) 
Anas ra. berkata, bahwa Nabi saw. bersabda, “Tidaklah termasuk beriman seseorang di antara kami sehingga mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri”. (H.R. Bukhari, Muslim, Ahmad, dan Nasa’i)
Diriwayatkan dari Abi Musa ra. di berkata, "Rasulullah saw. pernah bersabda, 'Orang mukmin yang satu dengan yang lain bagai satu bangunan yang bagian-bagiannya saling mengokohkan. (HR. Bukhari)
Dari Abu Dzar Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Janganlah engkau memandang rendah bentuk apapun dari kebaikan, walaupun engkau hanya bertemu dengan saudaramu dengan muka manis." Riwayat Muslim. 
Abu Hurairah ra. Berkata, Rasulullah saw. Bersabda : Jangan saling menghasud, saling menipu, saling memebenci, saling membelakangi, dan janganlah dari sebagian dari kalian membeli barang yang telah di beli orang lain. Jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara. Orang muslim adalah saudara bagi orang muslim yang lain, maka jangan berlaku aniaya kepadanya, jangan menelantarkannya, jangan membohonginya, dan jangan merendahkannya. Taqwa itu disini (beliau menunjuk ke dadanya dan mengulanginya sampai tiga kali). Cukuplah sesorang di katakan jelek apabila dia merendahkan saudaranya yang muslim, darah, harta, kehormatan setiap muslim adalah haram bagi muslim lain.  (H.R Muslim)
Diriwayatkan pada saat itu Rasulullah baru tiba dari perang Tabuk, Banyak sahabat yang ikut beserta Nabi dalam peperangan ini. Tidak ada yang tertinggal kecuali orang-orang yang berhalangan dan ada uzur.
Saat mendekati kota Madinah, di salah satu sudut jalan, Rasulullah berjumpa dengan seorang tukang batu. Ketika itu Rasulullah melihat tangan buruh tukang batu tersebut melepuh, kulitnya merah kehitam-hitaman seperti terpanggang matahari.
Rasulullah bertanya, “Kenapa tanganmu kasar sekali?”
Si tukang batu menjawab, “Ya Rasulullah, pekerjaan saya ini membelah batu setiap hari, dan belahan batu itu saya jual ke pasar, lalu hasilnya saya gunakan untuk memberi nafkah keluarga saya, karena itulah tangan saya kasar.”
Rasulpun menggenggam tangan itu, dan menciumnya seraya bersabda,
“Hadzihi yadun la tamatsaha narun abada”, ‘inilah tangan yang tidak akan pernah disentuh oleh api neraka selama-lamanya‘.
            Ibn Abbas pada suatu ketika sedang beri'tikaf di masjid Rasulullah saw yaitu masjid nabawi yang terletak disitu makam Rasulullah saw. Lalu ditengah-tengah kekhusyukan beliau i'tikaf , seseorang datang kepada beliau meminta bantuan untuk memenuhi keperluannya, kemudian beliau langsung berdiri dan bersiap-siap keluar membantu orang tersebut seraya berkata: aku telah mendengar orang yang berada di makam ini bersabda (yaitu Rasulullah) : barang siapa yang membantu sesama muslim dalam keperluannya, maka hal demikian itu lebih baik baginya daripada beri'tikaf selama sepuluh tahun
Dari hadits-hadits tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa Islam sangatlah menjunjung tinggi hubungan sosial, hubungan antar hamba-hamba Allah, antar kerabat maupun antara sesama muslim, tidak hanya hubungan kita dengan Allah semata, karena Allah sendiri menyukai hambaNya yang saling tolong-menolong dalam kebaikan, memang kalau difikirkan, jika memang memang kita diciptakan hanya untuk melulu beribadah kepada Allah, tentu kita diciptakan sendiri saja bumi, tapi tidak, kita diciptakan bersama disini, di bumi ini, untuk hidup bersama, maka kebaikan dalam berinteraksi sesama manusia pun bernilai ibadah di mataNya, itulah indahnya Islam. Semoga kita bisa introspeksi diri dan lebih memahami agama rahmatanlil’alamin ini. Wallahua’lam,


NewerStories OlderStories Home

0 comments:

Post a Comment