Dari awal
manusia diciptakan, mereka berpikir, mengembangkan sesuatu, hingga ribuan
tahun, mereka menciptakan sistem, mengembangkannya untuk terus bergerak dan
berputar, kemudian terciptalah berbagai bidang, sebagai ejawantah dari akal
manusia yang begitu kompleks yang diciptakan oleh Tuhan yang Maha Besar. Kita
hidup di zaman dimana segala segala sesuatu sudah bisa dikatakan ada, segala
sesuatu sudah terbentuk sebagai sistem-sistem, orang-orang zaman dahulu
tentunya mengharapkan apa yang ditemukannya dan ilmu yang ia pelajari terus
berkembang oleh generasi-generasi selanjutnya, maka dibuatlah berbagai sistem
yang berputar, ada perusahaan-perusahaan, institusi pendidikan, institusi
pemerintah, yayasan-yayasan, dan lain-lain. Karena kita hidup di zaman ini,
terkadang kita harus berpikir, kemana sistem yang kita ikuti ini mengarahkan
kita pada akhirnya? Apa kepentingan mereka? Karena tidak semua sistem akan
mengarahkan kita ke arah yang tepat, atau mungkin bukan sistemnya yang salah,
terkadang orang-orang penerusnya yang tidak baik dalam menjalankannya, tentunya
kita harus mempertimbangkan dengan potensi yang kita punya, harapan yang kita
punya, ketidaktepatan tidak selalu berarti sistem yang salah, tapi tidak sesuai
dengan potensi dan apa yang kita inginkan nantinya.
Institusi
pendidikan bisa dikatakan sebagai turunan dari perusahaan, jika kita memiliki
suatu perusahaan besar, dan butuh sumber daya manusia yang besar, maka buatlah
sekolah, dimana orang-orang akan masuk kesana dan menghasilkan orang-orang yang
siap untuk terus menjalankan sistem perusahaan. Maka bisa dikatakan, sebagian
besar, tidak seluruhnya, sekolah-sekolah yang kita ikuti akan mengarahkan kita
kepada industri-industri besar, akan mengarahkan kita ke kota, kepada kehidupan
yang dinamis, ramai, dan kompleks, apakah cocok dengan diri kita? Tergantung
diri kita masing-masing. Jika kita adalah tipe orang yang suka kedamaian dan
tidak suka suatu hiruk-pikuk, kita harus mengevaluasi apa yang kita ikuti.
Pendidikan akan menspesifikkan kita pada bidang tertentu, apakah cocok dengan
kita? Tergantung, bagi orang yang
tipenya, tentu cocok untuk menjadi seorang spesialis, tapi bagi
orang-orang yang bertipe generalis, mereka akan jenuh berada pada sistem
pendidikan yang menggerakkan kita untuk menjadi orang yang spesifik atau
spesialis.
Sistem
pendidikan saat ini kebanyakan memang hanya mendidik manusia berdasarkan
kepentingan suatu organisasi atau kumpulan orang-orang besar tertentu, bukan didasarkan
pada aspek kemanusiaan itu sendiri. Apa yang manusia butuhkan? Mengapa manusia
harus melakukan sesuatu? Mengapa harus belajar? Untuk apa manusia berusaha? Dan
pertanyaan-pertanyaan mendasar lainnya, yang seharusnya menjadi pondasi dalam
menyusun kerangka sistem pendidikan, agar manusia dididik berdasarkan aspek manusiawi
pula, bukan layaknya membentuk manusia seperti robot yang berfungsi untuk menjalankan suatu sistem, dan agar pendidikan bukan hanya sekadar untuk bekerja, tapi juga untuk
mencintai ilmu, yang dengan ilmu itu dapat menjadi jalan bagi manusia untuk mengenal
Tuhannya, disanalah letak kedamaian dan kebahagiaan manusia yang hakiki. Semoga sistem kehidupan dan pendidikan dapat lebih baik lagi kedepannya,
selalu diawali dari pemikiran. Wallahua’lam.

0 comments:
Post a Comment