Pohon



                “tidak ada yang sia-sia apa yang telah diciptakan Tuhan”, tentu kita pernah mendengar ungkapan ini, yang pasti, di kitab suci Al-Qur’an telah diungkapkan hal serupa, yang kurang lebih redaksinya seperti ini: “tidaklah Allah menciptakan langit dan bumi dan yang berada diantara keduanya dengan sia-sia”. Jika memang tidak ada yang sia-sia, dan memang sebagai orang yang beragama harus kita yakini bahwa tidak ada yang sia-sia apa yang telah diciptakan Allah, maka, berarti, semua hal  dan ciptaan pastilah memiliki maksud, memiliki makna, memiliki arti, memiliki hubungan-hubungan, dan memiliki hikmah, tanpa terkecuali. Sekarang coba kita perhatikan dan renungi salah satu ciptaan yang biasa kita lihat sehari-hari: pohon.
                Pohon terdiri dari, secara umum, atau organ utamanya: daun, batang, dan akar. Semakin tinggi suatu pohon akan semakin kencang angin yang menerpanya, ketika angin datang, organ yang paling bergeming adalah daun, sekecil apapun angin, daun pasti terpengaruh dan bergerak.  Karena angin, daun banyak yang berguguran.
 Organ selanjutnya adalah batang, ia tidak begitu terpengaruh oleh angin, hanya terpengaruh jika angin yang datang benar-benar besar, batang akan sedikit ikut terbawa dan membuat pohon bergoyang. Apakah yang membuat pohon dapat berdiri kokoh? Apakah daun? atau batang? Bukan, ternyata yang membuat pohon dapat berdiri kokoh, tahan terhadap gangguan dari luar, adalah organ yang tidak terlihat, yang berada dibawah permukaan tanah, yaitu: akar. Akarlah yang membuat pohon tidak jatuh ketika diterpa angin, akarlah satu-satunya organ yang tidak akan bergeming, seberapa kuatpun angin menerpa. Kalaupun ada pohon yang mati/tumbang, yang patah bukanlah akarnya, tetapi batangnya, akar tetap kokoh dan tidak berubah. Lalu apa hikmahnya? Pohon dapat diibaratkan sebagai manusia, angin diibaratkan dengan permasalahan yang datang dari luar, ketika permasalahan datang tentu fisik kita akan terpengaruh, mata kita akan melihat, telinga kita akan mendengar, atau mungkin fisik kita akan terluka dan jatuh, fisik ini diibaratkan sebagai daun yang mudah terpengaruh oleh angin. Ketika permasalahan datang, kita memiliki akal untuk menghadapinya, kita dapat berpikir untuk menyelesaikannya, untuk menghadapinya, dan bagaimana pemecahannya, akal dapat menstabilkan kita ketika fisik kita terserang, tapi ketika permasalahan yang datang begitu besar, akal pun dapat goyah, karena keterbatasannya, akal inilah yang diibaratkan sebagai batang. Ketika permasalahan datang, jika kita memiliki hati yang kuat, yang ikhlas, yang bersih, yang pasrah kepada Allah, sebagaimanapun sulitnya persoalan kita pasti akan sanggup untuk menghadapinya, walaupun akal kita sudah tak mampu, ini yang akan membuat diri kita tetap kokoh dan tidak goyah. Keyakinan, keikhlasan, kesabaran, tidak akan mampu dipahami oleh otak, ini adalah pekerjaan hati, hati inilah yang diibaratkan sebagai akar. Bahwa kekuatan terbesar dari pohon adalah akar, dan bahwa kekuatan terbesar dari manusia adalah hatinya. Kekuatan terbesar justru berada pada bagian yang paling tidak terlihat, bagian terdalam, hati dan akar, inilah sumber kekuatan. Bayangkan jika suatu pohon memiliki akar yang lemah, kecil, tentu akan mudah tumbang seberapa besarpun batangnya. Tentu untuk menjadi pohon yang kuat, harus pula memiliki daun-daun yang kuat, batang yang kokoh, dan tentunya akar yang menjadi dasar yang menjulang dan mencengkram kuat di tanah.Begitu juga manusia. Mari merenungi diri. Wallahua’lam.

NewerStories OlderStories Home

1 comment:

  1. PROMO KHUSUS MERDEKA HASHTAG OPTION
    BROKER AMAN TERPERCAYA
    PENARIKAN PALING TERCEPAT
    - Bonus Deposit Merdeka 17%* T&C Applied
    - Bonus Cashbak Loss 4.5%** T&C Applied
    - Bonus Cashback Turnover 0.73%

    Periode trade mulai 17 Agustus 2018, 00.00 - 23.59 WIB
    kunjungi website kami www.hashtagoption.com

    ReplyDelete