Pola dan Kesatuan



Ada yang namanya pola, ada yang namanya perumpamaan. Perumpamaan menunjukkan adanya kesamaan antara hal satu dengan hal yang lain, dan bisa dikatakan memiliki pola yang sama. Maka ada yang namanya metafora, ada yang namanya hikmah. Dibalik sesuatu akan selalu ada pelajaran bagi hal lainnya. Pola dan kesamaan ini menyimpan suatu maksud yang besar, kesamaan-kesamaan menunjukkan adanya hubungan-hubungan, hubungan-hubungan menunjukkan adanya ketidakterpisahan. Bisa dikatakan segala sesuatu itu berhubungan, segala sesuatu itu terikat, dan segala sesuatu itu berasal dari sesuatu yang sama, sesuatu yang satu. Dalam teori fisika, dikenal teori awal alam semesta, yaitu teori ledakan besar, atau teori bigbang. Teori yang menyatakan bahwa semua materi berawal dari titik, lalu meledak dan terpecah lalu jadilah alam semesta seperti sekarang. Teori bigbang ini sejalan dengan fenomena pola-pola yang terjadi di alam semesta dan kehidupan, bahwa kita semua adalah pecahan-pecahan, pecahan-pecahan yang disusun menjadi sesuatu, kita semua dan materi memiliki “persaudaraan”, maka akan selalu ada interaksi materi dengan materi lainnya, interaksi antara manusia dan materi, dan interaksi antar manusia, dalam bentuk kesalingbutuhan.
Kita sebenarnya hidup di alam yang rendah, dari sisi agama sering disebut alam yang fana. Ruang dan waktu saat ini adalah tingkatan yang rendah, mungkin alam yang lebih tinggi adalah makna, maksud, tujuan, kehendak, yang berwujud di kehidupan dunia ini dalam bentuk akal manusia. Manusia sebenarnya adalah makhluk tingkat tinggi yang tinggal pada alam materi yang sebenarnya rendah atau tidak abadi. Kehendak, tujuan, makna, tersebut bertransformasi menjadi segala bentuk materi yang ada di alam ini. Maka ledakan bigbang bisa jadi adalah ledakan kehendak, ketundukan alam pada akal manusia, yang merupakan kehendak dan takdir Tuhan untuk menempatkan ummat manusia secara sementara di alam semesta ini. Bumi tunduk pada manusia, komposisi terbaik dan terkompleks bumi ada pada manusia, maka segala macam bentuk penyakit yang terjadi pada manusia pada materi penyusunnya, akan ada obatnya dari suatu komposisi yang tersedia di Bumi, karena segala sesuatu adalah pecahan, dan kita adalah susunan pecahan yang sempurna. Segala sesuatu akan memiliki maksud dan arti, karena pecahan tak hanya terjadi pada materi, tapi pecahan juga terjadi pada hal yang lebih halus, seperti pecahan gelombang, pecahan-pecahan makna, sehingga antar materi memiliki hubungan, atar gelombang memiliki hubungan,  antar makna memiliki hubungan, dan antar materi, gelombang, dan makna memiliki hubungan pula, memiliki keterikatan, memiliki bahasa masing-masing yang bisa saling menerjemahkan. Lalu langit yang berlapis yang berada di luar bumi Diciptakan untuk menampung energi daya pikir manusia yang bertingkat-tingkat pula, maka sebenanya kemampuan akal manusia bisa dibilang tidak terbatas sebagaimana manusia belum menemukan batas alam semesta, dan itupun baru langit secara ruang, belum tingkatan langit secara lintas dimensi.
Dengan begini kita dapat berkesimpulan bahwa segala sesuatu berasal dari sesuatu yang satu, sesuatu yang Esa, kita hanyalah percikan, tetesan, bentukan-bentukan rendah, maksud ini semua seperti mengantarkan kita padaNya, kita mengelilingiNya, sesuatu yang kita sebut sebagai Tuhan, pusat segala sesuatu, yang memperkenalkan diriNya kepada akal ciptaanNya dengan nama Allah. Wallahua’am


NewerStories OlderStories Home

0 comments:

Post a Comment